Foto: Dok. Pribadi/Eka Ramadani Anta Oktavia. Suasana pagi di Jalan Kahuripan, Sidoarjo (5/4/2026). Berbagai kalangan memadati kawasan ini untuk berolahraga
Sidoarjo
– Matahari belum terlalu tinggi ketika Jalan Kahuripan sudah dipenuhi langkah
kaki. Minggu pagi, (5/4/2026), kawasan yang dikenal dengan deretan pohon
rindang di kanan dan kiri jalannya itu kembali menjadi titik kumpul warga
Sidoarjo. Mereka datang bukan karena acara khusus, melainkan karena telah
menjadi bagian dari rutinitas akhir pekan bersama orang-orang yang mereka
cintai.
Di antara
keramaian itu, terlihat sepasang suami istri berlari santai sambil sesekali
memperlambat langkahnya, mengikuti putra kecilnya yang mengayuh sepeda mungil.
Dian, warga Sukodono, sudah menjadikan Kahuripan sebagai tujuan akhir pekan
bersama suami dan anaknya yang masih berusia empat tahun.
“Saya tiap
akhir pekan lebih ke quality time bareng keluarga aja, tapi dalam bentuk
olahraga. Milih Kahuripan soalnya paling dekat dari rumah, suasananya juga
enak, adem, tidak panas,” ujar Dian sambil tersenyum saat disapa di lokasi.
Bagi Dian,
rutinitas ini tidak hanya soal kebugaran. Meskipun rekomendasi ‘aktif bergerak’
dari WHO menyasar anak usia 5 tahun ke atas, ia meyakini bahwa olahraga perlu
dibiasakan sejak dini. Kondisi putranya yang memiliki riwayat alergi pun dinilai
semakin membaik sejak rutin bergerak di akhir pekan.
Tak jauh
dari tempat Dian meluruskan pinggang, tampak Hartono mendampingi dua putrinya
yang masing-masing mengayuh sepeda. Hari itu adalah kali pertama ia mengajak
anak-anaknya berolahraga di Kahuripan. Ia sengaja memilih kawasan ini karena
permukaan jalannya yang beraspal mulus dan teduh, jauh berbeda dari tempat lain
yang ia rasa kurang nyaman.
“Anak saya
masih ada yang pakai roda empat, jadi kita cari yang aksesnya mudah dan safety
juga. Di sini lebih rindang, vibes-nya lebih enak,” kata Hartono. Namun
di balik alasan praktis itu, ada yang lebih dalam. “Lebih mendekatkan diri ke
anak aja sih, lebih mengeratkan hubungan sama anak,” tuturnya sederhana.
Kahuripan
hari itu terlihat lebih tertib dari biasanya. Petugas keamanan tampak bergerak
di beberapa titik, mengatur parkir dan menjaga pembatas antara jalur olahraga dengan
jalur kendaraan. “Dulu tuh sepi, bedanya sekarang agak rame aja,” kata Dian.
Pengunjung
yang memadati kawasan sejak pukul 05.30 WIB itu mulai berkurang setelah pukul
08.00 WIB. Meski begitu, suasana hangat di antara mereka yang masih bertahan
tidak ikut pergi. Ada yang duduk di tepi jalan, ada yang mengayuh sepeda
pelan-pelan, ada pula yang sekadar berjalan sambil berbincang.
Sudah lama
Kahuripan dikenal warga sekitar sebagai ruang terbuka yang ramah untuk berbagai
aktivitas. Bukan lagi soal siapa yang paling cepat menyelesaikan putaran lari,
melainkan soal siapa yang hadir dan menemani. Cukup sepasang sepatu dan sedikit
niat, akhir pekan bisa menjadi lebih dari sekadar rebahan.
.png)
Komentar
Posting Komentar