Penulis: Nathania Indy Putri | Editor: Cahya Dwi Calista
![]() |
| Foto: Dok. Pribadi/Nathania Indy Putri |
Surabaya – Kemeriahan Dorkas Fest Special Ramadhan di
Jatim Expo pada Maret lalu meninggalkan catatan menarik. Salah satunya adalah
fenomena stan aksesoris yang terus dipadati oleh generasi muda. Ini menunjukkan
bahwa tren aksesoris kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup
generasi muda di Surabaya.
Tren
aksesoris manik-manik yang dijadikan sebagai gelang, kalung, maupun cincin ini
semakin populer yang dipicu oleh pengaruh penggemar Taylor Swift. Mereka saling
bertukar gelang persahabatan atau friendship bracelets saat konser
Taylor Swift berlangsung.
Tren
tersebut tidak lepas dari pengaruh sosial media. Para penggemar menampilkan
gelang persahabatan mereka sebagai hal yang unik dan menjadi bagian dari gaya
hidup. Tidak hanya gelang tren aksesoris keychain atau gantungan kunci
juga berkembang di sosial media, banyak dari pengguna yang menggunggah foto
mereka menggunakan tas yang dihiasi berbagai gantungan kunci dengan bentuk yang
unik dan menarik.
Tren ini
ditangkap oleh Yasmin sebagai peluang untuk membuka bisnis aksesoris bernama
BYLI Market. Ia mengungkapkan, saat mulai merintis pada 2023 tergolong masih
sedikit orang yang berjualan aksesoris. Namun, seiring berjalannya waktu minat
pasar terhadap aksesoris semakin meningkat.
Yasmin juga
menyebutkan bahwa mayoritas pembelinya berasal dari generasi muda. “Kebanyakan yang
beli disini berusia 17-25 tahun, baik laki-laki maupun perempuan” ujarnya.
Produk
aksesoris yang ditawarkan cukup beragam mulai dari gelang-gelang, kalung,
cincin, strap handphone, keychain, hingga kaos kaki. Harga yang dipatok pun bervariasi
berkisar antara Rp3.000 – Rp65.000.
Yasmin
mengungkapkan bahwa gelang khususnya jenis manik dan tali menjadi produk yang
paling diminati pembeli. Dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp20.000, gelang
tersebut dinilai terjangkau sehingga mampu menarik minat konsumen.
Tak hanya
soal harga, pengguna aksesoris ini kini dianggap penting untuk melengkapi
outfit agar terlihat lebih modis. Selain itu, banyak anak muda merasa bahwa
pernak-pernik unik ini mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka saaat didepan
publik.
BYLI Market memiliki toko offline yang berlokasi di Jalan Rajawali, Punggul, Gedangan. Selain berjualan secara langsung di toko, BYLI Market juga aktif mengikuti event di Surabaya dan sekitarnya, termasuk Dorkas Fest Special Ramadhan. Dalam acara tersebut, BYLI Market tampak ramai dikunjungi kalangan generasi muda yang tertarik membeli aksesoris untuk menunjang penampilan mereka.
Tren aksesoris yang kian digandrungi oleh kalangan generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup, tetapi juga membuka peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini dipicu oleh kesadaran anak muda bahwa detail kecil seperti aksesoris dapat memberikan pernyataan fashion yang kuat dan menunjang penampilan secara keseluruhan.
Meningkatnya konsumen, terutama dari kalangan generasi muda, menunjukkan bahwa aksesoris kini bukan lagi sekedar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menunjang penampilan.
![]() |
Berawal dari tren gelang persahabatan, aksesoris kini bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri generasi muda. |
.png)
).png)
Komentar
Posting Komentar