Langsung ke konten utama

Estetika dan Rasa: Mengapa Artisan Milk Tea Lebih dari Sekadar Minuman Viral


Penulis: Aura Wistara Ada | Editor: Eka Ramadani Anta Oktavia

       Foto: Dok. Pribadi/Aura Wistara Ada. Suasana Antrean Artisan Milk Tea di pusat perbelanjaan Surabaya (5/4/2026). Berbagai kalangan mengantre untuk menikmati teh. 

Surabaya - Antrean panjang terlihat di sejumlah gerai minuman di pusat perbelanjaan Surabaya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, bukan kopi yang mendominasi, melainkan Artisan milk tea yang kini tengah digandrungi kalangan anak muda.

Sejumlah merek seperti Sancha dan Teazii kini semakin mudah ditemukan di pusat perbelanjaan besar seperti Galaxy Mall, Pakuwon Mall, dan Royal Plaza. Tren ini diprediksi akan semakin memuncak dengan kabar bergabungnya raksasa teh premium, Chagee, yang dijadwalkan akan membuka gerai pertamanya di Surabaya pada bulan Mei mendatang, bertempat di Tunjungan Plaza.

Artisan milk tea dikenal sebagai minuman yang mengutamakan kualitas bahan, estetika tampilan, serta inovasi rasa yang beragam. Konsep ini membedakannya dari milk tea konvensional karena menggabungkan unsur premium, gaya hidup modern, dan pengalaman visual yang menarik. 

"Aku beli karena sering lewat di FYP TikTok aku, Plus, cup-nya sama tempatnya juga esthetic buat difoto-foto." ujar Rania (21), seorang mahasiswi yang sedang duduk di gerai Sancha Tunjungan Plaza.



                  Foto: Dok. Pribadi/Aura Wistara Ada

 

Berbeda dengan milk tea biasa, Artisan milk tea tidak hanya menggunakan teh celup yang dicampur susu. Minuman ini umumnya dibuat dari daun teh berkualitas premium yang sering diimpor dari perkebunan terbaik di Tiongkok, tetapi berbeda halnya dengan Sancha yang merupakan brand asli asal Indonesia sehingga menggunakan daun teh lokal. Proses penyeduhan Artisan Milk Tea lebih detail, menyerupai teknik barista dalam meracik kopi. Hasilnya adalah rasa teh yang lebih pekat, aroma yang lebih kompleks, serta tekstur yang lebih creamy tetapi clean saat dinikmati.

" Teh mereka itu diseduh pakai mesin khusus, bukan yang tinggal tuang dari teko besar. Aroma tehnya beneran keluar dan terasa fresh. Buat keluarga aku yang memang suka teh, nunggu 20-30 menit itu sebanding sama rasa yang didapat."  ujar Mei seorang ibu rumah tangga yang sedang mengantre di gerai Teazii.

Meningkatnya popularitas Artisan milk tea tidak lepas dari pengaruh budaya populer dan strategi branding yang kuat. Visual produk yang menarik serta konsep gerai yang estetik dan Instagramable membuat minuman ini cepat viral di kalangan anak muda.

Tampilan visual produk terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli, khususnya pada generasi Z. Hal ini sejalan dengan kajian dalam Perilaku Konsumen yang menyebutkan bahwa konsumen muda cenderung memilih produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga memberikan nilai simbolik dan pengalaman sosial.

Selain itu, media sosial memiliki peran besar dalam membentuk tren konsumsi melalui efek viral. Konten berupa ulasan singkat, visual minuman, hingga rekomendasi influencer mampu mempercepat penyebaran popularitas suatu produk.

Faktor lain yang turut mendorong tren ini adalah konsep lifestyle branding, di mana produk diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup modern. Konsumen tidak hanya membeli minuman, tetapi juga pengalaman serta citra yang melekat pada brand tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, segelas Artisan milk tea bukan lagi sekadar pelepas dahaga, melainkan simbol gaya hidup dan ekspresi diri. Selama tren terus bergulir, minuman ini akan tetap hadir bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk diceritakan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Thrift di Jatim Expo: Cara Anak Muda Surabaya Tampil Gaya Tanpa Harus Mahal

Penulis: Cahya Dwi Calista Putri | Editor: Nathania Indy Putri Foto: Dok. Pribadi/Cahya Dwi Calista Putri Surabaya –   Beberapa tahun terakhir, pandangan terhadap barang bekas, terutama pakaian telah bergeser total. Jika dulu hanya dianggap sebelah mata, kini ‘thrifting’ atau berburu pakaian bekas berkualitas telah bertransformasi menjadi tren fashion yang digandrungi generasi muda di berbagai kota. Fenomena ini terlihat jelas dalam berbagai event UMKM dan fashion , seperti yang terekam dalam kemeriahan Dorkas Fest di Jatim Expo Surabaya Maret lalu. Gelaran tersebut menjadi bukti nyata bahwa stigma pakaian bekas yang dulu dianggap sebelah mata, kini telah bergeser menjadi tren fashion yang bergengsi dan ramah di kantong.  Gedung Jatim Expo disulap menjadi pusat perburuan “harta karun”. Bukan soal baju loak yang berantakan, koleksi yang ditawarkan sudah dikurasi dengan rapi oleh puluhan stan. Pilihannya pun sangat lengkap, mulai dari kaos vintage tahun 90-an, deretan sepatu s...

Di Kahuripan, Akhir Pekan Bukan untuk Rebahan

Penulis: Eka Ramadani Anta Oktavia | Editor: Aura Wistara Ada Foto: Dok. Pribadi/Eka Ramadani Anta Oktavia. Suasana pagi di Jalan Kahuripan, Sidoarjo (5/4/2026). Berbagai kalangan memadati kawasan ini untuk berolahraga Sidoarjo – Matahari belum terlalu tinggi ketika Jalan Kahuripan sudah dipenuhi langkah kaki. Minggu pagi, (5/4/2026), kawasan yang dikenal dengan deretan pohon rindang di kanan dan kiri jalannya itu kembali menjadi titik kumpul warga Sidoarjo. Mereka datang bukan karena acara khusus, melainkan karena telah menjadi bagian dari rutinitas akhir pekan bersama orang-orang yang mereka cintai. Di antara keramaian itu, terlihat sepasang suami istri berlari santai sambil sesekali memperlambat langkahnya, mengikuti putra kecilnya yang mengayuh sepeda mungil. Dian, warga Sukodono, sudah menjadikan Kahuripan sebagai tujuan akhir pekan bersama suami dan anaknya yang masih berusia empat tahun. “Saya tiap akhir pekan lebih ke quality time bareng keluarga aja, tapi dalam ...

Bukan Sekadar Pameran, UYCC Art Gallery Jadi Spot Favorit Konten Kreator

P enulis: Ajeng Vanesa Zusanani | Editor: Rania Chyntia Mecca Dok. Pribadi/Ajeng Vanesa Zusanani Surabaya - Di tengah beragamnya pilihan tempat hiburan di Surabaya, UYCC Art Gallery menawarkan pengalaman yang berbeda. UYCC (Unicorn Young Collectors Club) Art Gallery berlokasi di Jalan Embong Tanjung No.46–48, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Berada di lantai dua The Win Hotel , galeri ini menjadi lokasi strategis yang mudah diakses dari pusat kota.  Memasuki ruang galeri, pengunjung disambut suasana temaram dengan penataan karya yang artistik. Lukisan dan instalasi seni ditampilkan di berbagai sudut ruang dengan visual yang menarik perhatian. Hal ini menjadikan galeri tidak hanya sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga spot favorit untuk membuat konten. Dok. Pribadi/Ajeng Vanesa Zusanani UYCC Art Gallery berdiri sejak pertengahan tahun 2023 dan berada dalam satu manajemen dengan Unic Hotel. Galeri ini dikelola oleh seorang kolektor seni karya seniman lokal Indones...