Langsung ke konten utama

Malam Di Genteng Kali: Budaya Nongkrong Komunitas Motor Anak Muda Surabaya


Penulis: Ahmad Pasha Keane Saleh | Editor: Sultan Fadel

Foto: Dok. Pribadi/Ahmad Pasha Keane Saleh

Surabaya – Lampu jalan kuning pucat bercampur cahaya neon angkringan di seberang jalan menyinari deretan motor yang terparkir rapi di bahu jalan. Setiap akhir pekan dan rabu malam, kawasan ini menjadi tempat favorit para remaja pecinta otomotif untuk berkumpul.

Deretan motor berjejer rapi di bahu jalan, sementara pemiliknya duduk santai di trotoar atau berdiri berbincang. Suasana dipenuhi obrolan ringan, tawa kecil, dan sesekali deru knalpot yang pelan. Bagi banyak anak muda, momen ini menjadi kebiasaan di malam hari yang dinanti-nanti  sebelum melanjutkan perjalanan night ride mengelilingi kota.

Farhan, salah satu anggota komunitas motor yang sering hadir di Lokasi tersebut, mengatakan bahwa nongkrong di pinggir jalan sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

“Anak motor memang rata-rata suka nongkrong di pinggiran jalan sebelum lanjut night ride. Di sini kita kumpul dulu, ngobrol bareng temen-temen, makan-makan kecil, berkeluh-kesah atas aktivitas sehari-hari, baru nanti sekitar jam 1 malam kita gaspol bareng,” ujar Farhan saat ditemui di Genteng Kali, Jumat (3/4/2026) malam.

Namun, Farhan menegaskan bahwa mereka tidak nongkrong di Lokasi ini setiap hari. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada hari Rabu yang biasanya mereka sebut Raul (Rabu Gaul) dan akhir pekan. “Kalau hari biasa, kebanyakan langsung pulang atau nongkrong di tempat lain yang lebih kecil. Cuma Rabu dan weekend aja yang biasanya ramai di sini,” tambahnya.

Bagi komunitas motor, nongkrong malam di Genteng Kali bukan sekadar berkumpul biasa. Lokasi ini dipilih karena strategis, cukup luas untuk parker puluhan motor dan terdapat angkringan yang buka hingga larut. Setelah puas mengobrol dan makan, biasanya mereka melanjutkan dengan night ride menyusuri berbagai spot malam di Surabaya.

Fenomena nongkrong malam komunitas motor ini mencerminkan salah satu bentuk gaya hidup anak muda Surabaya yang menggabungkan hobi otomotif dengan keinginan bersosialisasi di malam hari. Di tengah kesibukan kota yang tak pernah tidur, momen-momen seperti ini menjadi cara mereka melepas penat sekaligus mempererat persaudaraan.

Meski demikian, aktivitas ini kerap mendapat sorotan dari masyarakat. Para komunitas sendiri menyadari pentingnya menjaga ketertiban, tidak berisik berlebihan, serta mematuhi aturan lalu lintas saat melakukan night ride nantinya.

Bagi sebagian anak muda Surabaya, malam di Genteng Kali bukan hanya sekedar tempat nongkrong, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup mereka sebagai komunitas motor.




Infografis diatas menjelaskan secara ringkas bagaimana budaya nongkrong komunitas motor kebanyakan remaja di Surabaya, terkhusus komunitas yang sering nongkrong di daerah Genteng Kali Surabaya. Bagaimana mereka menggabungkan antara hobi dan kebersamaan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Thrift di Jatim Expo: Cara Anak Muda Surabaya Tampil Gaya Tanpa Harus Mahal

Penulis: Cahya Dwi Calista Putri | Editor: Nathania Indy Putri Foto: Dok. Pribadi/Cahya Dwi Calista Putri Surabaya –   Beberapa tahun terakhir, pandangan terhadap barang bekas, terutama pakaian telah bergeser total. Jika dulu hanya dianggap sebelah mata, kini ‘thrifting’ atau berburu pakaian bekas berkualitas telah bertransformasi menjadi tren fashion yang digandrungi generasi muda di berbagai kota. Fenomena ini terlihat jelas dalam berbagai event UMKM dan fashion , seperti yang terekam dalam kemeriahan Dorkas Fest di Jatim Expo Surabaya Maret lalu. Gelaran tersebut menjadi bukti nyata bahwa stigma pakaian bekas yang dulu dianggap sebelah mata, kini telah bergeser menjadi tren fashion yang bergengsi dan ramah di kantong.  Gedung Jatim Expo disulap menjadi pusat perburuan “harta karun”. Bukan soal baju loak yang berantakan, koleksi yang ditawarkan sudah dikurasi dengan rapi oleh puluhan stan. Pilihannya pun sangat lengkap, mulai dari kaos vintage tahun 90-an, deretan sepatu s...

Di Kahuripan, Akhir Pekan Bukan untuk Rebahan

Penulis: Eka Ramadani Anta Oktavia | Editor: Aura Wistara Ada Foto: Dok. Pribadi/Eka Ramadani Anta Oktavia. Suasana pagi di Jalan Kahuripan, Sidoarjo (5/4/2026). Berbagai kalangan memadati kawasan ini untuk berolahraga Sidoarjo – Matahari belum terlalu tinggi ketika Jalan Kahuripan sudah dipenuhi langkah kaki. Minggu pagi, (5/4/2026), kawasan yang dikenal dengan deretan pohon rindang di kanan dan kiri jalannya itu kembali menjadi titik kumpul warga Sidoarjo. Mereka datang bukan karena acara khusus, melainkan karena telah menjadi bagian dari rutinitas akhir pekan bersama orang-orang yang mereka cintai. Di antara keramaian itu, terlihat sepasang suami istri berlari santai sambil sesekali memperlambat langkahnya, mengikuti putra kecilnya yang mengayuh sepeda mungil. Dian, warga Sukodono, sudah menjadikan Kahuripan sebagai tujuan akhir pekan bersama suami dan anaknya yang masih berusia empat tahun. “Saya tiap akhir pekan lebih ke quality time bareng keluarga aja, tapi dalam ...

Bukan Sekadar Pameran, UYCC Art Gallery Jadi Spot Favorit Konten Kreator

P enulis: Ajeng Vanesa Zusanani | Editor: Rania Chyntia Mecca Dok. Pribadi/Ajeng Vanesa Zusanani Surabaya - Di tengah beragamnya pilihan tempat hiburan di Surabaya, UYCC Art Gallery menawarkan pengalaman yang berbeda. UYCC (Unicorn Young Collectors Club) Art Gallery berlokasi di Jalan Embong Tanjung No.46–48, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Berada di lantai dua The Win Hotel , galeri ini menjadi lokasi strategis yang mudah diakses dari pusat kota.  Memasuki ruang galeri, pengunjung disambut suasana temaram dengan penataan karya yang artistik. Lukisan dan instalasi seni ditampilkan di berbagai sudut ruang dengan visual yang menarik perhatian. Hal ini menjadikan galeri tidak hanya sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga spot favorit untuk membuat konten. Dok. Pribadi/Ajeng Vanesa Zusanani UYCC Art Gallery berdiri sejak pertengahan tahun 2023 dan berada dalam satu manajemen dengan Unic Hotel. Galeri ini dikelola oleh seorang kolektor seni karya seniman lokal Indones...